Kerja = Memperkaya Bos ?
Saya sudah sering kali dengar seperti ini, bahwa bekerja itu sama dengan memperkaya bos.
Saya sama sekali tidak setuju.
Saya rasa pendapat seperti ini muncul terutama pada karyawan di perusahaan UKM di mana ownernya cuma sedikit, atau ownernya keluarga.
Sedangkan di perusahaan publik (Tbk), di mana ownernya banyak sekali, pemikiran "bekerja = memperkaya shareholders" lebih jarang muncul.
Seperti kata ex president Amerika, Ronald Reagan: You can accomplish much if you don't care who gets the credit.
Saya sewaktu bekerja di perusahaan bos saya, tidak pernah kepikiran bahwa saya itu memperkaya bos. Saya tau gaji saya hanya sepersekian dari nilai products bos saya yang dijualnya ke clientnya (kalau engga mana bisa gaji saya hehe). Dan saya sadar itu karena kerja kerasnya membangun perusahaannya itu, sehingga dia bisa charge premium prices untuk productsnya.
Kalau terlintas pemikiran bahwa bekerja sama dengan memperkaya bos, saya yakin seseorang tidak akan bisa bekerja dengan sepenuh hati, dan ujung2nya merugikan perusahaan, merugikan rekan kerja, bahkan tidak sehat bagi dirinya sendiri.
Bagaimana supaya dapat menghilangkan pemikiran seperti itu? Pertama, kita harus menyadari bahwa bos / owner perusahaan bekerja lebih keras dari kita. Atau mungkin sekarang keliatannya mereka nyantei, tapi pada waktu mudanya kerja keras banget membangun perusahaannya.
Kedua, cintailah (atau belajar mencintai) pekerjaan kita. Jangan satu2nya motivasi kita bekerja adalah gaji / uang. Dengan mencintai pekerjaan, yang merupakan 1/3 dari hidup kita, hidup bakal lebih bermakna.
Ketiga, bersyukur pada Tuhan karena punya pekerjaan yg OK. Banyak orang yg jauh kurang beruntung dibanding kita.
Saya lagi interested banget sama hal-hal yang berbau HR nih, makanya saya mulai ngeblog mengenai HR hehe
Saya sama sekali tidak setuju.
Saya rasa pendapat seperti ini muncul terutama pada karyawan di perusahaan UKM di mana ownernya cuma sedikit, atau ownernya keluarga.
Sedangkan di perusahaan publik (Tbk), di mana ownernya banyak sekali, pemikiran "bekerja = memperkaya shareholders" lebih jarang muncul.
Seperti kata ex president Amerika, Ronald Reagan: You can accomplish much if you don't care who gets the credit.
Saya sewaktu bekerja di perusahaan bos saya, tidak pernah kepikiran bahwa saya itu memperkaya bos. Saya tau gaji saya hanya sepersekian dari nilai products bos saya yang dijualnya ke clientnya (kalau engga mana bisa gaji saya hehe). Dan saya sadar itu karena kerja kerasnya membangun perusahaannya itu, sehingga dia bisa charge premium prices untuk productsnya.
Kalau terlintas pemikiran bahwa bekerja sama dengan memperkaya bos, saya yakin seseorang tidak akan bisa bekerja dengan sepenuh hati, dan ujung2nya merugikan perusahaan, merugikan rekan kerja, bahkan tidak sehat bagi dirinya sendiri.
Bagaimana supaya dapat menghilangkan pemikiran seperti itu? Pertama, kita harus menyadari bahwa bos / owner perusahaan bekerja lebih keras dari kita. Atau mungkin sekarang keliatannya mereka nyantei, tapi pada waktu mudanya kerja keras banget membangun perusahaannya.
Kedua, cintailah (atau belajar mencintai) pekerjaan kita. Jangan satu2nya motivasi kita bekerja adalah gaji / uang. Dengan mencintai pekerjaan, yang merupakan 1/3 dari hidup kita, hidup bakal lebih bermakna.
Ketiga, bersyukur pada Tuhan karena punya pekerjaan yg OK. Banyak orang yg jauh kurang beruntung dibanding kita.
Saya lagi interested banget sama hal-hal yang berbau HR nih, makanya saya mulai ngeblog mengenai HR hehe

0 Comments:
Post a Comment
<< Home