Hari Buruh Sedunia, besok 1 Mei
Besok hari buruh sedunia, dan di koran Kompas semarak meneropong kehidupan buruh yang semakin lama semakin sulit.
Memang sulit dibayangkan, dengan gaji UMR (sekitar 800 ribu), seseorang harus menghidupi istri dan anak-anaknya. Belum lagi di saat semua harga komoditas naik, kadang-kadang saya mikir, kasihan sekali. Anak tidak bisa disekolahkan, makan juga seringkali cuma mi instan atau nasi tanpa lauk.
'Demokrasi' yg terjadi pasca jatuhnya Suharto memang bagus, power to the people.
Tapi ternyata semakin bikin rakyat sewenang2. Misalnya mau bikin jalan tol didemo, sistem kerja kontrak didemo, minta gaji naik demo; dikit2 demo deh pokonya. Bahkan pemerintahnya juga jadi takut, lantaran mereka adalah majority voters di pemilu.
Menurut saya kalau rakyat belum terdidik demokrasi itu tidak cocok. Lihat saja negara2 yang menerapkan demokrasi itu negara2 yang maju dan terdidik, makanya OK. Di lain pihak, negara2 yang tidak menerapkan demokrasi (atau demokrasi palsu kaya jaman Suharto) juga banyak yang sukses. Contohnya Singapore, China, bahkan Indonesia di 1980an.
Karena dengan demokrasi rakyat semakin egois. Misalnya, bikin jalan tol sebetulnya menyerap banyak sekali tenaga kerja, dan meningkatkan perekonomian di sekitarnya berlipat2 ganda. Harusnya rakyat yang tanahnya tergusur sadar bahwa itu untuk kepentingan negara. Jadi kalau disuruh pindah jangan demo. Karena masalah pembebasan lahan itulah jalan tol di Indonesia ga maju2. Negara besar gini total jalan tolnya cuma 600km, bandingkan sama Malaysia aja jangan jauh2.
Misalnya lagi, pengen menghapus sistem kerja kontrak. Justru kalau kata saya malah peraturan tenaga kerja malah harus 100% probusiness. Kalau udah probusiness, saya yakin investasi dalam apalagi luar negeri bakal mengalir drastis ke negeri ini. Indonesia itu potensi pasarnya besar. Dengan mengalirnya investasi, sektor riil bakal tergerak dan banyak sekali pabrik2 dibangun. Dengan sendirinya penyerapan tenaga kerja terjadi secara massive, semua orang punya pekerjaan dan standar hidup ditinggikan.
Sebenernya bukan buruh aja yg egois, pengusaha juga egois, pemerintah juga egois. Misalnya, pengusaha sogok pemerintahan biar dapet deal. Pemerintah ga berani probusiness soalnya takut partainya kalah di pemilu. Semuanya egois makanya ga maju2. Ayolah kita semua mulai jangan egois dan care terhadap masa depan Indonesia!
Memang sulit dibayangkan, dengan gaji UMR (sekitar 800 ribu), seseorang harus menghidupi istri dan anak-anaknya. Belum lagi di saat semua harga komoditas naik, kadang-kadang saya mikir, kasihan sekali. Anak tidak bisa disekolahkan, makan juga seringkali cuma mi instan atau nasi tanpa lauk.
'Demokrasi' yg terjadi pasca jatuhnya Suharto memang bagus, power to the people.
Tapi ternyata semakin bikin rakyat sewenang2. Misalnya mau bikin jalan tol didemo, sistem kerja kontrak didemo, minta gaji naik demo; dikit2 demo deh pokonya. Bahkan pemerintahnya juga jadi takut, lantaran mereka adalah majority voters di pemilu.
Menurut saya kalau rakyat belum terdidik demokrasi itu tidak cocok. Lihat saja negara2 yang menerapkan demokrasi itu negara2 yang maju dan terdidik, makanya OK. Di lain pihak, negara2 yang tidak menerapkan demokrasi (atau demokrasi palsu kaya jaman Suharto) juga banyak yang sukses. Contohnya Singapore, China, bahkan Indonesia di 1980an.
Karena dengan demokrasi rakyat semakin egois. Misalnya, bikin jalan tol sebetulnya menyerap banyak sekali tenaga kerja, dan meningkatkan perekonomian di sekitarnya berlipat2 ganda. Harusnya rakyat yang tanahnya tergusur sadar bahwa itu untuk kepentingan negara. Jadi kalau disuruh pindah jangan demo. Karena masalah pembebasan lahan itulah jalan tol di Indonesia ga maju2. Negara besar gini total jalan tolnya cuma 600km, bandingkan sama Malaysia aja jangan jauh2.
Misalnya lagi, pengen menghapus sistem kerja kontrak. Justru kalau kata saya malah peraturan tenaga kerja malah harus 100% probusiness. Kalau udah probusiness, saya yakin investasi dalam apalagi luar negeri bakal mengalir drastis ke negeri ini. Indonesia itu potensi pasarnya besar. Dengan mengalirnya investasi, sektor riil bakal tergerak dan banyak sekali pabrik2 dibangun. Dengan sendirinya penyerapan tenaga kerja terjadi secara massive, semua orang punya pekerjaan dan standar hidup ditinggikan.
Sebenernya bukan buruh aja yg egois, pengusaha juga egois, pemerintah juga egois. Misalnya, pengusaha sogok pemerintahan biar dapet deal. Pemerintah ga berani probusiness soalnya takut partainya kalah di pemilu. Semuanya egois makanya ga maju2. Ayolah kita semua mulai jangan egois dan care terhadap masa depan Indonesia!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home