Amoral
Di bawah ini saya menceritakan gaya hidup A, B, C, D, E, dan F:
1) Nyaris setiap harinya A menghabiskan 10 juta rupiah.
2) Pesta pernikahan B & C menghabiskan miliaran rupiah. Bahkan bunga yang ada di tiap mejanya seharga 1 juta satunya.
3) Pesta ulang tahun ke 21 D di Las Vegas. Semua teman2nya diberi kamar gratis di MGM Grand, dan dia menyewa kapal terbang untuk teman2nya itu. Sekitar 2 miliar rupiah.
4) Setiap kali E pergi nonton di bioskop, dia memilih yang harga tiketnya 500 ribu rupiah per orang.
5) F membeli mobil Ferrari seharga 1,5 miliar rupiah.
Tidak ada salahnya memang.
Tapi kalau kita pernah mengunjungi rumah orang-orang miskin di Indonesia, yang sangat amat banyak, kita bisa menyebut tindakan2 menghabiskan uang seperti di atas (walaupun oleh orang super kaya sekalipun) adalah AMORAL.
Mendingan disumbangkan kepada orang-orang miskin.
Bagaimana kalau daripada membeli Ferrari, membeli Mercedez saja, dan sisanya disumbangkan?
150 ribu rupiah saja, bisa menyekolahkan seorang anak selama satu tahun.
Jadi kalau dengan membeli Mercedez bisa hemat 450 juta, bisa menyekolahkan 3000!!
Asal tahu saja, di Bandung saja, di pusat kotanya, di belakang setiap gedung-gedung yang tampak ok adalah desa yang sangat sangat besar. Jalanan di "desa" seperti itu lebarnya 1 meter, rumah-rumahnya dari kayu reyot, dan tidak ada lantai (tanah).
Orang-orang seperti itu hidup seperti di NERAKA.
Saya pernah dengar di radio tentang "Teh Botol bagi-bagi rejeki", seorang lelaki miskin (umur 30an) diberikan 100 ribu rupiah, lalu dia menangis-nangis terharu. Kasihan sekali mendengarnya.
1) Nyaris setiap harinya A menghabiskan 10 juta rupiah.
2) Pesta pernikahan B & C menghabiskan miliaran rupiah. Bahkan bunga yang ada di tiap mejanya seharga 1 juta satunya.
3) Pesta ulang tahun ke 21 D di Las Vegas. Semua teman2nya diberi kamar gratis di MGM Grand, dan dia menyewa kapal terbang untuk teman2nya itu. Sekitar 2 miliar rupiah.
4) Setiap kali E pergi nonton di bioskop, dia memilih yang harga tiketnya 500 ribu rupiah per orang.
5) F membeli mobil Ferrari seharga 1,5 miliar rupiah.
Tidak ada salahnya memang.
Tapi kalau kita pernah mengunjungi rumah orang-orang miskin di Indonesia, yang sangat amat banyak, kita bisa menyebut tindakan2 menghabiskan uang seperti di atas (walaupun oleh orang super kaya sekalipun) adalah AMORAL.
Mendingan disumbangkan kepada orang-orang miskin.
Bagaimana kalau daripada membeli Ferrari, membeli Mercedez saja, dan sisanya disumbangkan?
150 ribu rupiah saja, bisa menyekolahkan seorang anak selama satu tahun.
Jadi kalau dengan membeli Mercedez bisa hemat 450 juta, bisa menyekolahkan 3000!!
Asal tahu saja, di Bandung saja, di pusat kotanya, di belakang setiap gedung-gedung yang tampak ok adalah desa yang sangat sangat besar. Jalanan di "desa" seperti itu lebarnya 1 meter, rumah-rumahnya dari kayu reyot, dan tidak ada lantai (tanah).
Orang-orang seperti itu hidup seperti di NERAKA.
Saya pernah dengar di radio tentang "Teh Botol bagi-bagi rejeki", seorang lelaki miskin (umur 30an) diberikan 100 ribu rupiah, lalu dia menangis-nangis terharu. Kasihan sekali mendengarnya.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home